Jl. Raya Batur-Krangean, Kec. Kertanegara, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah 53358
email : [email protected]
FB : https://www.facebook.com/sdn.purbalingga" target="_blank">SdnDuaKrangean
Twitter : https://twitter.com/SDN2Krangean" target="_blank">SDN2Krangean
Wabsite : http://sdn2krangean-pbg.sch-id.net/
|
|
comments (0)
|
|
|
comments (1)
|
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.
Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:
kerangka dasar dan struktur kurikulum,
beban belajar,
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
|
|
comments (0)
|
Liburan 2 minggu ini untuk SD Negeri 2 Krangean melaksanakan banyak kegiatan di Sekolahan yaitu ekstra pramuka, Les bagi siswa kelas VI dan melaksanakan kegiatan ekstra lain seperti komputer, seni, dan kaligrafi.
memanfaatkan waktu yang ada dengan terus belajar,,,,heeee:D
friend link to : sdn2krangean.blogspot.com
|
|
comments (0)
|
PGRI PERJUANGKAN NASIB GURU WIYATA BHAKTI
HUMAS-BAWEN : Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah terus berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan ratusan guru wiyata bhakti, guru honorer maupun guru tidak tetap (TT) yayasan. “Mereka memiliki peran dan fungsi yang sama dengan guru berstatus PNS maupun yang telah bersertifikasi. Karenanya, PGRI Jateng tetap berupaya memperbaiki nasib mereka,” ujar pengurus PGRI Jawa Tengah Sya’bani MH saat apel besar Hari Guru Nasional dan HUT ke-66 PGRI tingkat Kabupaten Semarang di halaman SMKN 1 Bawen, Sabtu (26/11) pagi. Apel diikuti ratusan guru dari seluruh pengurus cabang PGRI di Kabupaten Semarang. Hadir pula Bupati H Mundjirin, Kepala Dinas Pendidikan Dewi Pramuningsih, Ketua PGRI Kabupaten Semarang Adi Prasetyo dan undangan lainnya. Dikatakan oleh Sya’bani, berdasarkan UU Nomor 14/2005 tentang guru dan dosen, maka kesejahteraan para guru yang telah lulus sertifikasi semakin meningkat. Hal itu disebabkan mereka mendapat tunjangan profesi dari pemerintah yang besarnya sama dengan satu kali gaji. Namun disisi lain, lanjutnya, masih banyak guru berstatus wiyata bhakti maupun honorer yang merupakan guru tidak tetap yayasan penyelenggara pendidikan belum memperoleh perhatian layak dari pemerintah. “PGRI akan terus berjuang meningkatkan penghargaan untuk mereka. Minimal mereka mendapat gaji setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK),” tambahnya. Bupati H Mundjirin saat sambutan mengatakan peran guru yang strategis layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Pemkab Semarang terus berupaya memajukan mutu pendidikan di Bumi Serasi salah satunya dengan memberikan penghargaan kepada guru termasuk guru wiyata bhakti. “Harapannya para guru tersebut dapat meningkatkan kemampuan intelektual siswa serta moralnya,” imbuhnya. Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Semarang Adi Prasetyo menjelaskan kegiatan apel dirangkai dengan penyelenggaraan Porseni antar guru. Cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan adalah bola voli putra putrid, bulu tangkis putra dan menyanyi tunggal putra putri. Diselenggarakan pula jalan sehat bersama menempuh jarak sekitar tiga kilometer di lingkungan SMKN 1 Bawen. “Selain itu juga diselenggarakan sosialisasi penilaian kinerja guru oleh tim dari PGRI Jawa Tengah,” kata Adi. Lewat sosialisasi itu para guru diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan pendidikan dan pengajaran kepada peserta didik di sekolah masing-masing.(*/junaedi)
sumber : www.semarangkab.go.id
|
|
comments (0)
|
Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga diselenggarakan dalam dan/atau gabungan dari bentuk:
Permainan Bersama, adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya.Pameran Siaga, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.Pasar Siaga (Bazar), adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum.Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga.Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga.Perkemahan Satu Hari (Persari), adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.
Pesta Siaga Tahun 2012 ,yang akan dilaksanakan di Lapangan Langkap Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga.
|
|
comments (0)
|
Tujuan Pendidikan Profesi Guru
Mengacu pada UU No. 20/2003 Pasal 3,tujuanumum pendidikan profesi guru adalah menghasilkan calon guru yangmemiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitumengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimandan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan khususPendidikan Profesi Guru adalah menghasilkan calon guru yangmemiliki kompetensi merencanakan dan melaksanakan prosespembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan danpelatihan peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalurpendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengahsertamelakukan penelitian.
Penyelenggaraan PPGBerdasarkanketentuan yang tercantum dalam undang-undang dan peraturan yang adamaka pada dasarnya ada dua bentuk penyelenggaraan PPG,yakni:
PPG pasca S-1 kependidikan yang masukannya berasal dari lulusan S1 kependidikan dengan struktur kurikulum subject specific paedagogy (pendidikan bidang studi) dan PPL Kependidikan.
PPG pasca S-1/D-IV non kependidikan yang masukannya berasal dari lulusan S-1/D-IV non kependidikan, dengan struktur kurikulum matakuliah akademik kependidikan (paedagogical content), subject specific paedagogy (pendidikan bidang studi), dan PPL Kependidikan.
Sistem Rekrutmen dan Seleksi MahasiswaRekrutmencalon mahasiswa merupakan kunci utama keberhasilan program PPG.Rekrutmen mahasiswa harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut. Penerimaan calon harus disesuaikan dengan permintaan nyata di lapangan dengan menggunakan prinsip supply and demand sehingga tidak ada lulusan yang tidak mendapat pekerjaan. Hal ini dapat mendorong calon yang baik memasuki PPG. Mengutamakan kualitas calon mahasiswa dengan menentukan batas kelulusan minimal menggunakan acuan patokan. Ini berarti bahwa calon mahasiswa hanya akan diterima jika memenuhi persyaratan lulus minimal dan bukan berdasarkan alasan lain. Hanya calon terbaik yang dapat diterima. Untuk memenuhi prinsip a dan b di atas maka penerimaan mahasiswa baru perlu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di daerah sebagai stakeholders. Kerjasama ini perlu dilakukan menyangkut jumlah calon, kualifikasi dan keahlian sesuai dengan mata pelajaran yang dibina dan benar-benar diperlukan. Agar mendapatkan calon yang berkualitas tinggi maka proses penerimaan harus dilakukan secara fair, terbuka dan bertanggung jawab. Rekrutmen dilakukan dengan: Seleksi administrasi: (1) Ijazah relevan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dari program studi yang terakreditasi, (2) Transkrip nilai dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2,75, (3) Surat keterangan kesehatan, (4) Surat keterangan kelakuan baik, dan (5) Surat keterangan bebas napza. Seleksi penguasaan bidang studi melalui tes penguasaan bidang studi yang akan diajarkan. Tes Potensi Akademik. Tes penguasaan kemampuan bahasa Inggris (English for academic purpose). Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan. Tes kepribadian melalui wawancara/inventory.Keberhasilanrekrutmenini amat tergantung kepada kerjasama antara LPTK penyelenggara PPGdan DirekturJenderal Pendidikan Tingggipada satu fihak dengan Dinas Pendidikan/Pemda pada fihak lain untukmemegang teguh prinsip akuntabilitas pengadaan tenagakependidikan/guru.
|
|
comments (0)
|
MENDOAN
Sepertinya semua orang doyan sama tempe, salah satunya tempe mendoan. Enak banget dimakan anget-anget plus cabai rawit, hhmmmm….Saya juga salah satu penggemar tempe yang satu ini. Resep tempe mendoan ini saya sajikan berdasarkan permintaan dari Mas Mampir Ngombe. Selamat mencoba ya Mas…
Resep Bahan Tempe Mendoan :
100 gram tepung beras1 sendok makan tepung terigu2 batang daun bawang, iris halus125 ml air300 gram tempe, irir lebar tipis 10 x 15 cmminyak sayur secukupnyaResep Bumbu Tempe Mendoan :
2 siung bawang putih1 butir bawang merah1 sendok teh ketumbar2 sendok teh garamCara membuat Tempe Mendoan :
Haluskan Bumbu Tempe Mendoan.Aduk tepung dengan bumbu yang dihaluskan, daun bawang dan air hingga rata.Celupkan tiap potong tempe dalam adonan tepung. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung matang, tetapi tidak sampai kering. Angkat, tiriskan.Sajikan.Untuk 12 buah
Selamat mencoba
|
|
comments (0)
|
Asal Usul Kec. Kertanegara Purbalingga Posted on 00.40 - by Batur Indah SejarahAsal Usul NamaMenurut beberapa sumber (para tetua Desa Kertane gara)~hal ini masih perlu dikaji secara akademis mengkisahkan, bahwa pada kurang lebih abad 16 M telah ada pemerintahan di Desa Kertanegara (sekarang termasuk wilayah Kecamatan Kartanegara Kabupaten Purbalingga), di mana wilayah ini merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Pajang di bawah kepemimpinan Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang memerintah pada tahun 1549 M.
Ada beberapa pendapat mengenai nama Kertanegara, paling tidak terdapat dua pendapat mengenai hal ini yaitu :
Pendapat pertama, mengatakan nama Kertanegara berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata KARTA dan NAGARA. KARTA berm akna sejahtera, selamat, aman, makmur dan NAGARA bermakna tanah, tempat, kawasan, atau pemerintahan. Dari dua kata tersebut KERTANEGARA berarti daerah, tanah, kawasan, pemerintahan yang aman, makmur, subur, rakyatnya sejahtera. Hal ini dibuktikan dengan letak geografis Desa Kertanegara yang berada dilembah Sungai Tambra yang subur, tidak kekurangan air.Pendapat kedua, mengatakan bahwa nama KERTANEGARA di ambilkan dari nama pemimpin pada saat itu yang oleh masyarakat sangat dikagumi karena kewibawaannya, jasa dan kebijaksanaannya, sehingga untuk mengabadikan nama pemimpin tersebut dijadikan sebagai nama desa. Pemimpin tersebut adalah Raja Singosari terakhir yaitu Prabu Kertanegara. Pada saat Prabu Kertanegar a memerintah di Kerajaan Singosari (Abad 13), Kerajaan Singosari diserang oleh Raja Kediri yaitu Raja Jayakatwang, tentara Kerajaan Singosari terdesak mundur kekuatan bala tentara Raja Jayakatwang, maka Putra menantu Prabu Kertanegara yakni Raden Wijaya selaku panglima tentara Kerajaan Singosari terpaksa harus mundur bersama pengikutnya, sebagian lari ke arah barat hingga sampai ke daerah sekitar Gunung Slamet (daerah Banyumas dan Purbalingga), dari sebagian tentara tersebut itulah ada yang sampai di daerah lembah Sungai Tambra yaitu daerah yang dianggap aman, dan subur. Di daerah inilah kemudian mereka membuat dan membangun perkampungan yang diberi nama KERTANEGARA.Desa Kertanegara Sebagai Ibu Kota K awedananSemenjak Pemerintah Hindia Belanda kembali menguasai nusantara (Pulau Jawa) setelah beberapa lama dikuasai oleh Pemerintahan Raffles (Inggris) pada tahun 1811-1816, terjadi perubahan tata pemerintahan dalam negeri yaitu :
Pemerintahan tertinggi dijabat oleg Gubernu r Jenderal dibantu oleh Dewan Hindia;Pembagian tanah jawa menjadi residence-residence;Bupati diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Jenderal atas usul residence;Di bawah Bupati terdapat patih, dibawah patih terdapat wedana, dan dibawah wedana terdapat asisten wedana;Mantri-manntri membantu tugas wedana dan assisten wedana.Karena perubahan aturan tersebut, pada tahun 1824 Kertanegara menjadi ibu kota kawedanan, namun dalam perkembangannya karena keadaan g eografis pada waktu itu Kertanegara termasuk daerah yang terisolir karena dikelilingi oleh sungai, demi kelancaran pembinaan pemerintahan Kawedanan Kertanegara, pada tahun 1930 Pemerintah Hindia Belanda memindah Kawedanan Kertanegara ke Bobotsari.
Desa Kertanegara Sebagai KemantrenAtas dasar kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tingkat II Purbalingga antara tahun 1952-1955 Desa Kertanegara dijadikan Kemantren
Produk Kerajinan Kertanegara berjumlah penduduk kurang lebih 7000 jiwa,di tempat ini terdapat sentra kerajinan perkakas rumah tangga berbahan tembaga yang sudah exis berpuluh-puluh tahun. Namun seiring dengan perkembangan zaman, dimana peralatan rumah tangga dari tembaga kurang diminati masyarakat, maka sentra kerajinan inipun otomatis terpuruk,hal ini dapat dilihat dari omzet produksi yang menurun drastis sampai 75% dari awal tahun 90 an.masa ke emasan pengrajin tembaga pun berakhir. Produk andalan berupa dandang tempat masak nasi,ceret ( teko ) tidak lagi dapat di andalkan, hanya kenceng (tempat membuat makanan jenang ) yang tetap eksis,itupun kebanyakan di buat hanya berdasarkan pesanan.. Di Era 90an sebagian pengrajin mengganti bahan tembaga deng an aluminium,alhasil sekarang 80% pengrajin/pande hanya memproduksi perkakas aluminium,itupun sebagian besar bukan produk baru tapi hanya perbaikan/repair.Lagi lagi kendala pemasaran menjadi masalah utama,karena pemasaran masih dilakukan dengan system door to door,belum lagi harga produk utama mereka yakni panci dan teko kadang lebih mahal dari produk baru pabrikan.
Tokoh TerkenalKH Ahsin Ma'ruf, beliau ini berasal dari desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Masa mudanya beliau habiskan beraktivitas dalam organisasikeagamaan. Hingga kemudian beliau mewakili Purbalingga untuk duduk di DPRD Propinsi jawa Tengah periode 1971-1977. Kini anak keturunan beliau juga masih mendiami di Kauman Purbalingga. KulinerKuliner khas yang menjadi khasanah lokal di K ertanegara ialah sup krece atau keong asli Kert anegara
|
|
comments (0)
|
NUPTK NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan)
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.
NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:
Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.
PTK dapat mengajukan NUPTK dengan mengisi kuisioner dengan cara mengunduh di www.nuptk.info pada menu download di "Instrumen Pendataan".
sumber : http://www.kemdiknas.go.id/tenaga-pendidik/guru/mendapatkan-nuptk.aspx
|
|
comments (0)
|
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA bagi umat muslim seIndonesia dan SeDunia...